Selasa, 26 Desember 2017

Pentinya Membayar Iuran BPJS Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan akan menghentikan sementara kepesertaan BPJS Kesehatan bila terlambat melakukan pembayaran iuran kepesertaan.

Aturan baru ini berlaku dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya membayar iuran secara rutin.

"Peserta BPJS Kesehatan yang terlambat membayar iuran dalam satu bulan tidak akan dikenakan denda keterlambatan, tetapi kepesertaannya langsung dinon-aktifkan.

Aturan baru ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada Maret 2016 lalu.

Ketentuan baru tersebut berlaku bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan pekerja penerima upah (PPU).

Tujuan pemberlakuan aturan baru ini untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya membayar iuran secara rutin. Pasalnya, dalam perkembangan program BPJS Kesehatan, banyak peserta yang sudah menggunakan fasilitas, tetapi tidak mau menanggung beban iuran.

Aturan lama, peserta BPJS Kesehatan yang telat membayar iuran akan dikenakan denda sebesar dua persen dari total tunggakan. Batas toleransi menunggak adalah selama tiga bulan.

Pada aturan baru, layanan yang dinon-aktifkan sementara karena telat membayar iuran dapat kembali aktif jika peserta penjaminan membayarkan iuran dengan jumlah iuran yang tertunggak.

Dengan status kembali aktif, peserta bisa mendapat pelayanan kesehatan yang dijamin BPJS Kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan rawat jalan pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

Untuk itu membayar iuran BPJS Kesehatan tepat waktu dan tidak menunggak adalah sebuah kewajiban kita sebagai sesama dan juga sebagai warga Negara Indonesia yang menginginkan untuk terciptanya Indonesia sehat.

Mari kita bantu sesama kita dengan apa yang kita bisa minimal dengan meringankan beban mereka dari sisi kesehatan, tidak ada lagi orang miskin yang takut akan sakit dengan adanya BPJS Kesehatan.


Jumat, 22 Desember 2017

"Solidaritas tanpa batas! .."

"Solidaritas tanpa batas! .."
Ditulis oleh : Bang DJ


Belum lama ini, tepatnya Senin (18/12) Tim Jamkeswatch Kota Batam mendapatkan bantuan pengadaan 1 unit mobil bekas.
Mobil yang rencananya akan dirombak menjadi mobil operasional untuk dijadikan Mobil Ambulance.
Serah terima 1 unit kendaraan ini disebabkan kepada Korda Jkw Kota Batam Rahmat Taufik Dalimunthe Nk.

Rahmat dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa ini bisa terselenggara atas bantuan yang sementara ini tercatat sebagai solidaritas beberapa Ketua PUK FSPMI Kota Batam, diantaranya adalah:

1. Bung Frezi Anwar/ PT. Foster Rp. 1.100.000,-
2. Bung Djaprie/ PT. Djitoe Rp. 1.000.000,-
3. Bung Edwin Christiawan/ PT. Epson.Rp. 5.000.000,-
4. Bung Suprapto Spmi/ PT. Hantong Rp 500.000,-
5. Bing Wita Chan/ PT. Tektron Rp. 500.000,-
6. Bung Arif Suharno/ PT. Noble Rp. 1.000.000,-

"Jumlah nya hingga saat ini Alhamdulillah sudah terkumpul sebanyak 9,1 juta". Ucap pria aktivis mantan PT. Infineon ini. "Kami masih membuka kesempatan Sumbangan dana solidaritas dari kawan kawan fspmi maupun Konfederasi Kspi yang lain. Semoga bisa memenuhi total 15 juta sesuai harga mobil bekas ini".

Selanjutnya Rahmat dengan semangat mengucapkan terima kasih, "Alhamdullillah . .tidak ada yang bisa kami utarakan lagi selain mengucap syukur kepada yang maha kuasa, dan mendoakan semoga kita semua sehat selalu dan di limpahkan rahmat dan karunia, serta rezeki yang baik di dunia maupun akhirat .. amin..".

Pada kesempatan lain, melalui pertemuan di warung kopi dengan Ketua PUK Epson mengungkapkan bahwa Jamkeswatch Batam memang tidak secara langsung berada di bawah struktur Federasi tetapi berada di bawah struktur konfederasi.
"Tetapi melihat pergerakan kawan kawan jamkeswatch terus terang kami merasa sangat bangga ... sudah begitu keren pergerakan mereka lebih kurang 3 tahun ini walauoun secara jujur tanpa dukungan anggaran dari organisasi diatas nya, dalam hal ini konfederasi".

"Buat kami ... pergerakan kawan kawan harus didukung apapun caranya. Sementara ini ada sedikit kesanggupan Sumbangan kami dan alhamdulillah bisa digunakan untuk pembayaran ambulance termin pertama".

Dalam kesempatan yang baik ini, kita sebagai aktivis Sosial memang ngga boleh terlalu cepat berpuas diri, tetap berbuat untuk rakyat. Dan Aksi nyata seperti ini akan menjadi catatan catatan kecil yg berserakan tanpa arti bila tidak mendapat dukungan secara terus menerus dari seluruh komponen pergerakan buruh batam.(*)
#sehatHakRakyat